Popular Posts
-
PEMODELAN PERANGKAT LUNAK Apa itu Pemodelan Perangkat Lunak?. Pemodelan Perangkat Lunak adalah proses pembuatan representasi a...
-
SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CYCLE ( SDLC ) SDLC (Software Development Life Cycle) , atau Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak , a...
-
USE CASE DIAGRAM 1. Pengertian dan Fungsi Diagram use case merupakan gambaran atau representasi dari interaksi yang terjadi antara ...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
- Januari 2026 (1)
- November 2025 (1)
- September 2025 (3)
- Agustus 2025 (1)
- Juli 2025 (3)
- Juni 2025 (1)
- Mei 2025 (1)
- Februari 2025 (1)
- Januari 2025 (2)
- Maret 2024 (1)
- Januari 2024 (2)
- November 2023 (4)
Buscar
Cari Blog Ini
Mengenai Saya
NORMALISASI DATABASE
1. Pengertian Normalisasi
Normalisasi bertujuan untuk memastikan bahwa setiap data disimpan hanya sekali dan pada tempat yang tepat, serta untuk menghindari anomali dalam operasi basis data seperti inserion, deletion, dan update.
2. Tujuan Normalisasi
-
Mengurangi redundansi data: Menghindari pengulangan informasi yang sama di banyak tempat.
-
Meningkatkan integritas data: Menjaga konsistensi dan keakuratan data.
-
Memudahkan pemeliharaan database: Perubahan struktur dan isi database menjadi lebih mudah dilakukan.
-
Meningkatkan efisiensi query: Database yang terstruktur baik dapat mempercepat eksekusi perintah SQL.
-
Mendukung konsistensi logika bisnis: Memisahkan data berdasarkan fungsi dan hubungan logis.
3. Bentuk-Bentuk Normalisasi (Normal Forms)
Normalisasi dilakukan secara bertahap melalui berbagai bentuk normal atau Normal Form (NF). Berikut adalah bentuk-bentuk normal yang umum digunakan:
1. None Normal Form (0 NF)
2. First Normal Form (1 NF)
3. Second Normal Form (2 NF)
Menghilangkan ketergantungan sebagian.
-
Memisahkan data ke dalam tabel-tabel yang lebih spesifik agar:
-
Lebih mudah dikelola,
-
Tidak ada duplikasi data yang tidak perlu,
-
Anomali insert/update/delete bisa dihindari.
4. Third Normal Form (3 NF)
Ketergantungan transitif terjadi ketika suatu kolom non-kunci tidak secara langsung bergantung pada kunci utama, melainkan bergantung pada kolom non-kunci lainnya yang bergantung pada kunci utama. Ketergantungan semacam ini menyebabkan duplikasi data dan rentan terhadap anomali seperti kesalahan saat memperbarui, menyisipkan, atau menghapus data. Tujuan :
1. Menghilangkan ketergantungan transitif.
2. Memisahkan data menjadi tabel-tabel yang lebih spesifik dan terfokus.
3. Menjaga integritas dan efisiensi struktur data.
4. Kesimpulan
Normalisasi database adalah langkah penting dalam merancang database yang efisien dan bebas dari inkonsistensi data. Meskipun proses ini bisa membuat query lebih kompleks, manfaat jangka panjang seperti kemudahan pemeliharaan dan integritas data jauh lebih besar.
Setiap proyek database harus mempertimbangkan tingkat normalisasi yang tepat, tergantung pada kebutuhan aplikasi dan jenis sistem yang dibangun.




0 komentar:
Posting Komentar